Visa ke iran

January 10, 2017  •  Leave a Comment

Banyak teman mengernyitkan kening saat saya bilang berencana traveling ke Iran. Beberapa seperti tak percaya sambil mengulang apa yang saya katakan, "Iran?". Mendengar kata traveling ke Iran, memang masih terasa asing.

Iran itu, berbatasan dengan Afghanistan. Iran itu, berbatasan dengan Iraq. Iran itu, sedang diembargo. Iran itu, cari masalah dengan fasilitas nuklirnya. Iran itu, negara islam yang ketat. Apalagi, untuk orang yang pernah nonton film Argo, pasti semakin miring pandangannya tentang iran.

Namun di mata saya. Iran itu, pusat kebudayaan Persia, yang berarti tempat Darius dan Xerxes dulu berkuasa. Iran itu, tempat Persepolis berada. Iran itu, tempat budaya Zoroastrian berada. Iran itu, masih jarang dikunjungi traveler, sehingga tidak touristy. Iran itu, adventure.

Bagi orang Indonesia, berkunjung ke Iran bisa mengandalkan Tourist VoA (visa on arrival). Ini menurut web-web yang saya baca di internet, dan telah dikonfirmasi oleh kantor kedubes iran di Jakarta. Namun, saya lebih memilih untuk mengurus visa sebelum keberangkatan daripada mengandalkan VoA. Kenapa? Yang pertama lebih tenang karena saya masuk Iran dalam kondisi sudah punya visa. Teringat pengalaman ke India dulu, ditahan petugas check in Malaysia Airlines sampai hampir terlambat boarding gara-gara mereka tidak tahu informasi bahwa warga negara Indonesia pergi ke India bisa VoA (tahun itu). Yang kedua, pesawat saya bakal landing di Tehran sekitar jam 11 malam, yang artinya jika perlu waktu 2-3 jam untuk mengurus VoA dan 1 jam untuk sampai kota Tehran, saya akan sampai hotel sekitar jam 3 pagi, time consuming. Yang ketiga, mengurus visa di Jakarta lebih murah dibanding VoA. Hingga saat ini, saya belum menemukan web resmi harga VoA di Iran. Namun berdasarkan beberapa blog yang saya baca, biaya sekitar EUR40 ditambah asuransi EUR18, sehingga total bisa sekitar EUR58/orang. Sedangkan mengurus visa di kedubes Jakarta biayanya EUR20/orang. Jauh sekali bedanya, apalagi untuk budget traveler.

Nah apa saja persyaratannya?

Bawa paspor asli beserta :

1. Fotokopi paspor cukup 1 lembar

2. Foto ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar dengan latar putih.

Untuk wanita, sebaiknya foto menggunakan syal yang dipake kerudung (jilbab). Persyaratan ini ketika saya konfirmasi ke kedubes sebenarnya tidak wajib, namun berdasarkan pengalaman traveler lain yang saya baca, pernah mengalami permintaan penggantian foto dengan yang mengenakan jilbab. Sehingga untuk kepastiannya, sebaiknya wanita foto dengan memakai jilbab. Tips : Karena saat itu saya juga mengurus visa untuk istri, saya lampirkan 2 jenis foto, berjilbab dan tidak. Biarkan petugas kedutaan Iran yang pilih, dan ternyata mereka memilih yang berjilbab.

3. Copy Tiket Jakarta-Tehran PP

4. Surat Keterangan dari Kantor, asli.

5. Copy bukti booking hotel selama di Iran.

Syarat kelima agak tricky. Kenapa? karena online booking hotel di Iran tidak semudah kalau kita ke negara lain. Saya cari-cari hotel di beberapa provider (booking.com. agoda, trivago, dll) tidak ada yang mencantumkan Iran.

Yang saya lakukan, ada 2 cara. Yang pertama dengan mencari referensi hotel dari berbagai forum traveling (LP, TA, dll), kemudian cari websitenya. Jika kebetulan hotel memiliki website, tinggal cari contact yang dapat dihubungi untuk pemesanan via email. Namun tidak semua hotel memiliki website (terutama hotel budget) dan tidak semua website hotel ada pilihan bahasa inggris. Selain website, beberapa hotel memiliki akun instagram, sehingga bisa langsung direct message ke mereka.

Yang kedua, meminta contact dari forum-forum traveler yang sudah pernah menginap di hotel yang saya tuju. Cara ini cukup berhasil, dan bahkan saya dapat nomor WA sehingga dapat melakuan booking lewat WA. Namun jangan lupa untuk meminta email konfirmasi sebagai bukti booking.

Meskipun booking hotel di Iran tidak bisa dilakukan lewat aplikasi populer seperti agoda, booking, dll namun ada satu aplikasi yang saya temukan melayani booking yaitu Homestay. Disini kita bisa booking kamar dan tinggal bersama dengan pemiliknya. Saya mencoba memesan lewat aplikasi ini, sayangnya harus saya cancel karena saya tidak membaca dengan jelas deskripsi kamarnya yang ternyata kurang cocok. Namun paling tidak, aplikasi ini bisa jadi alternatif.

Nah, setelah memenuhi persyaratan yang diminta, tinggal datang ke kedutaan Iran di daerah Menteng (dekat KPU, bisa dicari di google map). Pelayanan visa mulai jam 8.30 - 12.00 setiap Senin-Jumat.

Pelayanan cukup straightforward. Saya diminta mengisi formulir permohonan untuk saya sendiri, istri dan anak (istri dan anak tidak perlu ikut). Sedikit bercakap-cakap dengan petugasnya tentang traveling ke Iran dan tujuannya. Kemudian, saya diminta membayar senilai EUR20/orang yang harus disetorkan ke rekening kedutaan Iran di BRI terdekat (setor bisa dalam Rupiah), kemudian setelah setor biaya, saya kembali lagi ke kedutaan untuk memberikan bukti setor dan fotokopinya. Lokasi cabang BRI terdekat ada di Hotel Ibis yang berjarak sekitar 200 meter dari kedutaan Iran. Setelah itu tunggu 3-4 hari sebelum kita dihubungi kedutaan.

4 hari kemudian, saya dihubungi petugas kedutaan untuk mengambil paspor dan visa saya. Selesai.

Jadi, mengurus visa Iran ternyata tidak sulit. Selamat mencoba. Dan happy traveling...

Khodafez....

 

 


Comments

No comments posted.
Loading...
Subscribe
RSS
Archive
January February March (1) April May June July August September October November December
January (1) February (1) March April May June July (1) August September October November December
January February March (1) April May June July August September (1) October November (1) December
January February (1) March April May June July August (1) September (1) October November December
January February (2) March April May June July August September October November December
January (1) February March April May June July August September October November December